Kamis, 10 November 2016

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Rontok Pada Kucing

Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok – Tak sedikit dari catlovers pasti pernah mengeluh tentang bulu kucing kesayangan anda rontok. Apabila bulu kucing yang rontok cukup banyak pasti akan menyusahkan, karena akan mengotori tempat di rumah anda. Apabila kucing yang mengalami bulu rontok dibiarkan, bisa botak dan kecantikan kucing menjadi berkurang.

Bulu kucing yang rontok memang hal biasa, namun kalau berlebihan catlovers harus memahami dan menanganinya dengan segera. Untuk itu, kami akan membahas beberapa cara mengatasi dan penyebab bulu kucing yang rontok tanpa harus ke dokter hewan.

Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok

Kumpulan Penyebab Dan Cara Mengatasi Bulu Rontok Pada Kucing

  • Masih Kondisi Wajar
Setiap kucing pasti mengalami bulu rontok, namun tak cukup banyak. Hal ini memang masih normal, apabila kerontokan bulu cukup banyak sekali dalam setahun, anda tak perlu khawatir karena nantinya akan tumbuh bulu baru. Kerontokan bulu pada kucing juga dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin.  Sebagai contoh pada kucing betina, bulunya mengalami kerontokan saat birahi. Keadaan ini dipengaruhi oleh faktor hormone estrogen memuncak.
  • Pemilihan Produk Mandi yang Salah
Perhatikan saat memilih produk mandi untuk kucing, contohnya shampoo. Apabila bila anda salah memilih atau tidak cocok untuk kucing, bulu kucing akan rontok. Jangan pilih shampoo yang mempunyai busa cukup banyak biasanya kandungan detergen di dalamnya cukup tinggi. Hal ini akan menyebabkan kulit kucing menjadi iritasi dan salah satu faktor kerontokan bulu pada kucing.
  • Mengkonsumsi Vitamin yang Berlebih
Vitamin memang salah satu asupan yang cukup diperlukan oleh kucing, namun bagaimana bila diberi secara berlebihan? Ternyata, salah satu penyebab bulu kucing rontok berasal dari kelebihan vitamin. Dampak lainnya yakni kulit menjadi kering, berkerak bahkan mengelupas. Solusi terbaiknya dengan memberinya vitamin standard sesuai kebutuhan kucing kesayangan anda.
  • Alergi
Tak hanya manusia saja, namun kucing juga bisa mengalami alergi. Gejala ini menyebabkan kulit menjadi kotor dan pemicu bulu kucing rontok. Pemicu dari alergi biasanya dari obat, vaksin, parasit bahkan makanan. Apabila hal ini terjadi pada hewan peliharaan anda, maka segera bawa ke dokter hewan di dekat rumah anda.
  • Gizi yang Tak Terpenuhi
Faktor lainnya yang mempengaruhi kerontokan bulu pada kucing yakni kekurangan nutrisi, seperti vitamin A, E, Protein dan lainnya. Untuk protein sendiri memiliki peranan penting untuk membantu pembentukan bulu pada kucing.

Solusinya, bisa memberi makanan yang mengandung protein dan vitamin yang dibutuhkan oleh kucing anda. Makanan khusus kucing dipasaran dengan harga murah memang benar mengandung protein namun kualitasnya rendah, jadi pilihlah yang merk makanan yang berkualitas.
  • Terpengaruh oleh Suhu
Fungsi utama pada kulit dan bulu kucing adalah sebagai pengontrol atau pengatur suhu badan. Contohnya pada saat musim dingin, bulu yang yang lebat akan melindungi tubuh kucing dari kedinginan. Sedangkan pada saat musim panas bulu akan rontok, hal ini berfungsi agar suhu pada kucing tak panas. Rontok atau lebatnya bulu adalah satu respon tubuh yang dikenal termoregulasi pada kucing.
  • Karena Kutu dan Pinjal
Penyebab bulu kucing rontok lainnya yakni karena kutu atau pinjal dan hewan ini termasuk parasit (artropoda) dengan spesies yang berbeda. Bulu kucing menjadi rontok karena spesies parasit ini tinggal pada bagian kulit dan bulu kemudian merusak struktur kulit sehingga bulu mengalami kerontokan. Untuk mengatasi hal ini, catlovers bisa menggunakan shampo khusus kucing dan mengandung senyawa untuk membasmi parasit atau kutu. 

Anda juga dapat mensiasatinya dengan menyisir bulu kucing secara berkala agar kutu atau pinjal dapat diminimalisir. Jangan menyisir terlalu cepat atau menekan, lebih baik dengan lemah lembut dan menggunakan sisir khusus untuk kucing.
  • Jamur
Kondisi lembab dan bulu kucing yang panjang merupakan salah penyebab terjadinya jamur. Pertumbuhan jamur pada kucing akan mengakibatkan bulu rontok dan apabila dibiarkan saja akan berdampak buruk pada kesehatan hewan peliharaan anda. Apabila jamur belum menjangkit kucing begitu parah, bisa menggunakan shampo anti jamur. Untuk mengatasinya lebih lanjut bisa langsung dibawa ke dokter hewan terdekat.
  • Terkena Serangan Tungau
Salah satu kendala saat memelihara kucing yakni saat terkena scabies dan demodex. Hewan ini merupakan tungau yang cukup mengganggu karena akan mengakibatkan kebotakan atau bulu kucing menjadi rontok hingga korengan. Tungau jenis scabies dan demodex ini biasanya hidup di bawah kulit kucing dan membuat terowongan-terowongan sebagai sarangnya dan apabila dibiarkan begitu saja akan menjadi infeksi.
  • Efek Samping dari Obat yang Diberikan
Penyebab bulu kucing rontok lainnya adalah karena obat yang catlovers berikan. Saat kucing yang mengalami kemoterapi biasanya terjadinya kerontokan pada bagian bulu hewan peliharaan anda. Namun tak perlu khawatir, karena bulu kucing akan tumbuh kembali setelah masa pengobatannya selesai.

Rahasia agar bulu kucing tidak rontok yakni dengan pemeliharaan serta perhatian yang tepat. Seperti merawat bulu kucing secara berkala. Hal ini dapat meminimalisir kerontokan bulu pada kucing yang memiliki bulu panjang dan lebat seperti persia, anggora, dan lainnya. Berikut ada beberapa tips merawat bulu kucing yang dapat catlovers lakukan di rumah:

Tips Merawat Bulu Kucing Agar Tidak Mudah Rontok

  • Mempersiapkan Perlengkapan Grooming
Alat yang wajib dimiliki catlovers yang memiliki kucing berbulu tebat seperti anggora, persia, dan kucing ras lainnya adalah sisir, gunting, sikat, dan lainnya. Fungsi dari sisir sendiri yakni membantu agar bulu tidak kusut. Gunting beberapa bulu yang kusut apabila diperlukan.
  • Proses Gromming
Setelah mempersiapkan peralatan gromming, saat kita melakukan perawatan pada bulu kucing. Dimulai dari menyisir serta menyikat dengan perlahan pada bagian kepala, leher, tubuh hingga ekor. Prakteknya seperti ini, tepuk serta belai dengan lembut punggung kucing sebelum menyisir atau menyikat.

Setelah itu, sisirlah bulu di area perut dan kaki hingga bulu-bulu tidak ada yang kusut. Lanjut pada bagian kepala atas, bawah kepala, punggung hingga pangkal ekor. Bila diperlukan, gunakan bedak dalam waktu seminggu sekali. Hal ini dapat mengangkat kotoran serta lemak pada bulu kucing. Perawatan bulu kucing seperti menyisir dan menyikat secara teratur dapat meminimalisir terjadinya hairball atau kucing muntah karena bulu yang ikut termakan akibat kucing kesayangan anda menjilati bulunya.
  • Memberi Vitamin Minyak Ikan
Vitamin minyak ikan bisa didapatkan di petshop terdekat dan memiliki manfaat untuk merawat bulu kucing agar tetap sehat dan berkilau. Cara penggunaannya pun tak begitu sulit, catlovers dapat mensiasatinya dengan mencampurkan vitamin minyak ikan ke dalam makanannya. Hal ini salah satu alternatif yang cukup ampuh agar kucing mau mengkonsumsinya. 


Setelah membahas tentang beberapa penyebab dan cara mengatasi bulu kucing rontok, semoga dapat membantu masalah yang dialami catlovers. Sebelum di bawa ke dokter hewan, cobalah untuk mengetahui penyebabnya serta lebih memperhatikan kucing kesayangan anda.
Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Rontok Pada Kucing Rating: 4.5 Posted By: Umi Kulsum